Home / Modus & Taktik Kejahatan / Modus Licik Pasutri Pakistan di Bandara Soetta Terbongkar, Bea Cukai Dan Polri Ungkap

Modus Licik Pasutri Pakistan di Bandara Soetta Terbongkar, Bea Cukai Dan Polri Ungkap

Modus Licik Pasutri Pakistan di Bandara Soetta
Bagikan

Pasutri asal Pakistan berhasil ditangkap di Bandara Soetta karena menyelundupkan narkoba, ungkap Bea Cukai dan Polri.

Modus Licik Pasutri Pakistan di Bandara Soetta

Mata elang petugas gabungan Bea Cukai dan Polri kembali membuktikan ketangguhan mereka dalam menjaga pintu gerbang negara. ​Sebuah upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu dengan modus yang sangat licik berhasil digagalkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.​ Dua warga negara Pakistan yang merupakan pasangan suami istri terlibat dalam aksi nekat ini.

Berikut ini Modus Kejahatan akan menjelaskan kronologi serta modus yang digunakan, simak detail pengungkapan kasus fantastis ini!

Pengungkapan Penyelundupan Sabu Oleh Pasangan Pakistan

Pada tanggal 6-7 Januari 2026, sebuah operasi gabungan antara Direktorat Tindak Pidana Narkotika Bareskrim Mabes Polri dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai berhasil membongkar kasus penyelundupan narkotika. Dua warga negara Pakistan, MJ (36) dan SB (29), yang merupakan pasangan suami istri, menjadi tersangka utama dalam kasus ini. Mereka tiba di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Pasangan ini menggunakan penerbangan rute Lahore-Bangkok-Jakarta pada Selasa (6/1) sekitar pukul 11.55 WIB. Kedatangan mereka sudah berada dalam pantauan intensif petugas gabungan. Operasi ini merupakan hasil sinergi lintas instansi dan analisis risiko berkelanjutan yang cermat.

Keberhasilan penindakan ini adalah bukti nyata komitmen aparat penegak hukum dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkotika. Petugas berhasil mengidentifikasi dan mengamankan pelaku sebelum barang haram tersebut sempat beredar luas di Indonesia.

Modus Penyembunyian Narkotika Yang Menggegerkan

Modus operandi yang digunakan oleh pasangan WN Pakistan ini tergolong ekstrem dan berisiko tinggi. Mereka diduga kuat berperan sebagai kurir narkotika dengan metode “internal concealment”. Artinya, mereka menyembunyikan narkotika di dalam tubuh mereka sendiri.

Lebih spesifik, modus yang digunakan adalah dengan menelan sabu-sabu tersebut. Cara ini seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi petugas karena sulitnya deteksi awal tanpa pemeriksaan mendalam. Modus ini menunjukkan tingkat keberanian dan kenekatan para pelaku.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Letjen TNI (Purn.) Djaka Budhi Utama, menegaskan bahwa penindakan ini menyelamatkan generasi bangsa. Setiap penggagalan penyelundupan narkotika berarti melindungi masyarakat dari dampak destruktif narkoba. Ini adalah bentuk perlindungan negara yang tak ternilai harganya.

Baca Juga: Kesadaran Publik: Pria Tewas Terbakar Di Bali, Bahaya Tidur Dengan Headset

Peran Kunci Analisis Intelijen Bea Cukai

 ​Peran Kunci Analisis Intelijen Bea Cukai​​

Pengungkapan kasus ini tidak lepas dari peran krusial analisis intelijen Bea Cukai. Awalnya, kasus ini bermula dari hasil analisis Direktorat Interdiksi Narkotika (DIN) Bea Cukai terhadap kasus narkotika pada Juli 2025. Dari analisis tersebut, ditemukan adanya entitas terelasi.

Entitas terelasi ini diduga kuat merupakan bagian dari jaringan kurir narkotika internasional lainnya. Informasi intelijen ini menjadi dasar bagi petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta untuk melakukan langkah antisipatif yang diperlukan.

Berdasarkan data tersebut, petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta langsung menargetkan dua penumpang WN Pakistan berinisial MJ dan SB. Mereka akhirnya diamankan setibanya di Bandara Soekarno-Hatta, menunjukkan efektivitas sistem deteksi dini dan koordinasi antar lembaga.

Komitmen Bea Cukai Dan Polri Melawan Narkotika

Penindakan ini menggarisbawahi komitmen kuat Bea Cukai dan Polri dalam memerangi peredaran narkotika di Indonesia. Sinergi antara kedua lembaga ini terbukti sangat efektif dalam menjaga perbatasan negara.

Djaka Budhi Utama menegaskan bahwa Bea Cukai akan terus memperkuat pengawasan di seluruh pintu masuk negara. Tujuannya adalah untuk mencegah masuknya barang-barang terlarang, khususnya narkotika, yang dapat merusak moral bangsa.

Keberhasilan operasi ini juga mengirimkan pesan tegas kepada sindikat narkotika internasional. Indonesia bukan tempat yang aman bagi aktivitas ilegal mereka, dan aparat penegak hukum akan selalu siap siaga untuk menggagalkan setiap upaya penyelundupan.

Jangan lewatkan update berita seputaran Modus Kejahatan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari jpnn.com
  • Gambar Kedua dari nasional.tvrinews.com
Tagged: