Seorang nenek 72 tahun di Magetan kehilangan perhiasan emas senilai ratusan juta rupiah akibat perampokan berkedok pengajian.
Kriminalitas modus penipuan semakin meresahkan, terutama kelompok rentan. Seorang nenek 72 tahun di Magetan menjadi korban perampokan “pengajian”, kehilangan perhiasan senilai ratusan juta rupiah. Kasus ini menjadi peringatan keras agar selalu waspada terhadap kejahatan berkedok kegiatan keagamaan atau sosial.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Modus Kejahatan.
Modus Operandi ‘Pengajian’ Yang Menipu
Kejadian bermula ketika korban, Mbah Miah (72), didatangi oleh tiga orang tak dikenal di rumahnya di Desa Baleasri, Kecamatan Ngariboyo, Magetan. Ketiganya, yang terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki, mengaku sebagai anggota jemaah pengajian dari luar kota yang sedang tersesat dan membutuhkan bantuan.
Mereka berhasil membangun kepercayaan Mbah Miah dengan tutur kata lembut dan penampilan yang sopan. Pelaku bahkan menawarkan untuk mendoakan kesehatan Mbah Miah dan keluarganya, sebuah tawaran yang sulit ditolak oleh lansia yang relijius.
Setelah korban merasa nyaman dan percaya, pelaku mulai melancarkan aksinya. Mereka meminta Mbah Miah untuk melepaskan semua perhiasan emas yang dikenakannya, beralasan akan didoakan agar terhindar dari musibah dan penyakit.
Detik-Detik Perampokan Dan Kerugian Korban
Mbah Miah yang polos dan tidak menaruh curiga sama sekali, menuruti permintaan para pelaku. Ia menyerahkan semua perhiasan emas yang melekat di tubuhnya, termasuk gelang, kalung, cincin, dan anting. Total berat emas yang diserahkan mencapai sekitar 100 gram.
Setelah mendapatkan perhiasan, pelaku memasukkannya ke dalam sebuah kantong kresek dan meminta Mbah Miah untuk memegang kantong tersebut sambil terus berdoa. Salah satu pelaku kemudian menukar kantong kresek berisi emas dengan kantong lain yang sudah disiapkan, berisi batu kerikil.
Pelaku kemudian pamit pergi dengan terburu-buru, meninggalkan Mbah Miah sendirian di rumah. Tak lama setelah pelaku pergi, Mbah Miah baru menyadari bahwa ia telah menjadi korban penipuan. Kantong yang dipegangnya hanya berisi batu kerikil.
Baca Juga: Tragedi Sawit Kapuas Hulu, Perselisihan Berujung Kematian
Penyelidikan Polisi Dan Imbauan Kewaspadaan
Mbah Miah yang shock dan sedih segera melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polsek Ngariboyo. Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari korban serta saksi-saksi di sekitar lokasi.
Kapolsek Ngariboyo, AKP Ari Galih, menyatakan bahwa pihaknya sedang berupaya maksimal untuk mengidentifikasi dan menangkap para pelaku. Polisi juga telah mengamankan beberapa barang bukti dan memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat, khususnya para lansia, untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya kepada orang yang baru dikenal. Verifikasi identitas dan tujuan orang asing sangat penting untuk menghindari menjadi korban kejahatan serupa.
Pencegahan Kejahatan Modus Penipuan
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap orang asing yang menawarkan jasa atau meminta sesuatu dengan modus yang tidak masuk akal. Terutama jika menyangkut harta benda atau informasi pribadi.
Edukasi kepada anggota keluarga, khususnya lansia, tentang berbagai modus penipuan perlu terus digalakkan. Pastikan mereka memahami pentingnya tidak mudah menyerahkan barang berharga kepada orang yang tidak dikenal.
Jika ada kejadian mencurigakan atau merasa menjadi korban penipuan, segera laporkan kepada pihak berwajib. Semakin cepat laporan dibuat, semakin besar peluang polisi untuk melacak dan menangkap para pelaku kejahatan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Modus Kejahatan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kriminal.today