Home / Kriminalitas Umum / Aksi Bejat! Modus Pria Di Lombok Perkosa Remaja Bisu Berawal Dari Ajak Jalan-Jalan

Aksi Bejat! Modus Pria Di Lombok Perkosa Remaja Bisu Berawal Dari Ajak Jalan-Jalan

Modus Pria Di Lombok Perkosa Remaja Bisu Berawal Dari Ajak Jalan-Jalan!
Bagikan

Pria di Lombok diduga lakukan aksi bejat pada remaja bisu dengan modus ajak jalan-jalan, Kasus ini bikin geger warga.

BERITA

Pihak berwenang kini tengah mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kronologi lengkap serta memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan. Publik pun menyoroti bagaimana pelaku bisa memanfaatkan situasi korban yang rentan. Bagaimana sebenarnya kejadian ini berlangsung dan apa langkah aparat selanjutnya? Simak informasi lengkapnya hanya di Modus Kejahatan.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Awal Terungkapnya Kasus Kekerasan

Kasus dugaan pemerkosaan terhadap seorang remaja disabilitas di Lombok Utara terungkap setelah korban melaporkan kejadian tersebut melalui keluarga. Peristiwa ini mengejutkan warga karena melibatkan korban yang memiliki keterbatasan komunikasi. Korban diketahui merupakan remaja perempuan berusia 14 tahun yang merupakan penyandang disabilitas dan tidak bisa berbicara. Kondisi ini membuatnya semakin rentan terhadap tindak kejahatan.

Peristiwa terjadi di wilayah Desa Anyar, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Kasus ini kemudian ditangani oleh pihak kepolisian setempat untuk penyelidikan lebih lanjut. Pihak keluarga korban pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah korban berusaha menyampaikan melalui bahasa isyarat.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026! Nonton Semua Pertandingan Tanpa Batas, lewat LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal. Ayo Download Sekarang!

aplikasi nonton bola shotsgoal apk

Modus Pelaku Ajak Korban Jalan-Jalan

Pelaku berinisial NA (43) diduga menggunakan modus sederhana untuk melancarkan aksinya. Ia mengajak korban untuk pergi jalan-jalan menggunakan sepeda motor. Menurut keterangan kepolisian, korban awalnya tidak curiga karena pelaku sudah pernah berinteraksi sebelumnya. Hal ini dimanfaatkan pelaku untuk mendekati korban.

Setelah diajak keluar, korban dibawa ke lokasi yang sepi dan jauh dari pemukiman warga. Di tempat itulah dugaan tindak kejahatan terjadi. Modus ajakan jalan-jalan ini menjadi salah satu bentuk pendekatan pelaku untuk mengelabui korban yang masih di bawah umur.

Baca Juga: Kasus Menghebohkan! Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi Terungkap Di Lamongan

Kronologi Kejadian Di Lokasi Sepi

BERITA

Setelah sampai di lokasi sepi, pelaku diduga melakukan tindakan pemerkosaan terhadap korban. Kejadian tersebut berlangsung tanpa adanya saksi di sekitar lokasi. Korban yang memiliki keterbatasan komunikasi tidak dapat langsung meminta pertolongan. Kondisi ini membuat pelaku leluasa melakukan aksinya.

Setelah kejadian, pelaku kemudian mengantarkan korban kembali ke lokasi semula. Korban kemudian pulang dan menunjukkan kondisi trauma. Setibanya di rumah, korban akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya menggunakan bahasa isyarat.

Proses Penyelidikan Dan Penangkapan

Setelah laporan diterima, pihak kepolisian Polres Lombok Utara langsung melakukan penyelidikan. Polisi mengumpulkan bukti dan keterangan saksi di lapangan. Salah satu bukti penting yang ditemukan adalah rekaman CCTV yang memperlihatkan korban dibonceng oleh pelaku menggunakan sepeda motor.

Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap saat hendak melarikan diri ke wilayah Sumbawa. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan kepolisian. Pelaku kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di kantor polisi setempat.

Dampak Kasus Dan Tindakan Lanjutan

Kasus kriminal ini menimbulkan keprihatinan mendalam di masyarakat karena korban merupakan penyandang disabilitas yang rentan. Banyak pihak mengecam tindakan pelaku. Pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku serta kemungkinan adanya korban lain dalam kasus serupa. Proses hukum terus berjalan sesuai ketentuan.

Selain itu, korban saat ini mendapatkan pendampingan untuk pemulihan psikologis akibat trauma yang dialami. Dukungan keluarga juga menjadi perhatian utama. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan, terutama anak dan penyandang disabilitas.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.detik.com
  • Gambar Kedua dari www.detik.com
Tagged: