Home / Modus & Taktik Kejahatan / Guru Silat Bejat! 7 Murid Jadi Korban, Modus ‘Tingkatkan Ilmu’ Berakhir Petaka!

Guru Silat Bejat! 7 Murid Jadi Korban, Modus ‘Tingkatkan Ilmu’ Berakhir Petaka!

Guru Silat Bejat! 7 Murid Jadi Korban, Modus ‘Tingkatkan Ilmu’ Berakhir Petaka!
Bagikan

Dua guru silat di Jambi mencabuli tujuh muridnya dengan modus janji meningkatkan ilmu, kini telah diamankan polisi.

Guru Silat Bejat! 7 Murid Jadi Korban, Modus ‘Tingkatkan Ilmu’ Berakhir Petaka!

Dunia persilatan Kota Jambi tercoreng oleh aksi dua oknum guru silat yang mencabuli tujuh murid. Kasus terbongkar setelah salah satu korban bersuara, mengungkap praktik bejat dengan modus janji peningkatan ilmu silat. Polresta Jambi telah mengamankan kedua pelaku dan mendalami kasus yang mengejutkan publik ini.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Modus Kejahatan.

Terungkapnya Kisah Pilu di Padepokan Silat Jambi

Polisi berhasil menangkap dua guru silat berinisial H dan HE di Kota Jambi. Keduanya menjadi tersangka utama dalam kasus pencabulan terhadap tujuh murid mereka yang masih di bawah umur. Penangkapan ini merupakan hasil dari laporan para korban yang akhirnya berani mengungkapkan pengalaman pahit mereka.

Kapolresta Jambi, Kombes Boy Sutan Binanga Siregar, menjelaskan bahwa kasus ini ditangani langsung oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal. Dua pelaku telah diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut, menunjukkan keseriusan polisi dalam menuntaskan kasus ini.

Salah satu pelaku, H, diketahui tidak hanya sebagai guru silat, tetapi juga pemilik perguruan silat yang berlokasi di Danau Teluk, Kota Jambi. Sementara HE juga merupakan guru silat di padepokan yang sama. Keduanya memiliki posisi yang seharusnya dihormati, namun justru menyalahgunakan kepercayaan murid-muridnya.

Modus Bejat “Tingkatkan Ilmu”

Modus operandi yang digunakan pelaku sangat licik, yaitu dengan menjanjikan peningkatan ilmu silat kepada para korban. Aksi bejat ini dilakukan saat proses latihan pernapasan yang rutin digelar pada malam hari, sebuah momen di mana murid seharusnya merasa aman dan fokus belajar.

Boy mengungkapkan bahwa pelaku mengiming-imingi korban dengan dalih “agar bisa lebih meningkatkan ilmu silatnya”. Kepercayaan murid terhadap guru silatnya dimanfaatkan untuk melancarkan tindakan asusila tersebut, menciderai esensi dari sebuah perguruan silat.

Salah satu orang tua korban, P, menceritakan bahwa pencabulan terjadi saat murid melatih pernapasan. Pelaku meminta korban berbaring dan memejamkan mata, kemudian memanfaatkan situasi gelap tanpa pencahayaan di tempat latihan untuk melancarkan aksinya.

Baca Juga: Bikin Geram! Detik-Detik Pemotor Dianiaya Brutal di Jaksel Usai Menegur Penabraknya!​

Korban Berjatuhan, Dari Pencabulan Hingga Kehamilan

Korban Berjatuhan, Dari Pencabulan Hingga Kehamilan

Total tujuh anak di bawah umur menjadi korban dalam kasus ini, termasuk putri P yang berusia 14 tahun. Kasus ini terkuak setelah korban berinisial I menceritakan bahwa dirinya hamil usai dicabuli guru silatnya pada akhir November 2025. Pengakuan ini memicu pengungkapan korban-korban lainnya.

Dari tujuh korban, dua di antaranya mengalami tindak pencabulan hingga digauli, yang menyebabkan salah satunya hamil. Lima korban lainnya mengalami pelecehan seksual, menunjukkan pola perilaku predator yang dilakukan secara berulang oleh para pelaku.

P juga menyebutkan bahwa aksi bejat ini tidak hanya dilakukan oleh H dan HE. Dari pengakuan korban, ada dugaan keterlibatan tiga pelaku lain, yaitu dua senior di perguruan silat berinisial N dan I. Polisi kini tengah mendalami peran serta dan keterlibatan pihak-pihak lain dalam kasus ini.

Jeratan Hukum Dan Pentingnya Perlindungan Anak

Para pelaku kini dijerat dengan undang-undang perlindungan anak, yang mengancam hukuman berat bagi kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. Proses hukum akan terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi para korban dan memberikan efek jera kepada pelaku.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat, terutama orang tua, untuk selalu mengawasi aktivitas anak-anak mereka. Penting untuk mengajarkan anak-anak tentang batasan sentuhan fisik dan keberanian untuk melaporkan jika mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan.

Peran aktif masyarakat dan pihak berwenang sangat krusial dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak-anak. Perlindungan terhadap generasi muda dari predator seksual harus menjadi prioritas utama agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Jangan lewatkan update berita seputaran Modus Kejahatan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari news.harianjogja.com
  • Gambar Kedua dari hukumonline.com
Tagged: