Home / Modus & Taktik Kejahatan / Terbongkar! Modus ‘Staf Gubernur’ Jabar Bikin Wanita Subang Kehilangan Ratusan Juta Rupiah Lewat Love Scam!

Terbongkar! Modus ‘Staf Gubernur’ Jabar Bikin Wanita Subang Kehilangan Ratusan Juta Rupiah Lewat Love Scam!

Seorang pria mengaku sebagai staf gubernur Jabar menipu wanita Subang
Bagikan

Seorang pria mengaku sebagai staf gubernur Jabar menipu wanita Subang, membuatnya kehilangan ratusan juta lewat love scam.

Seorang pria mengaku sebagai staf gubernur Jabar menipu wanita Subang

Seorang pria berinisial MSA alias B di Subang berhasil ditangkap polisi atas dugaan penipuan bermodus love scam. ​Pelaku menggunakan identitas palsu sebagai staf Gubernur Jawa Barat untuk mengelabui korbannya hingga meraup uang ratusan juta rupiah.​ Kasus ini mencuat setelah korban melaporkan tindakan penipuan yang dialaminya kepada pihak kepolisian.

Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Modus Kejahatan.

Penangkapan Pelaku Berkedok Staf Gubernur

Kasus penipuan ini mulai terungkap setelah polisi menerima laporan resmi dari korban berinisial IL. Laporan tersebut memicu penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian untuk mengidentifikasi dan menangkap pelaku. Kerja keras petugas akhirnya membuahkan hasil dengan penangkapan MSA alias B.

Kapolres Subang, AKBP Dony Eko Wicaksono, mengonfirmasi penangkapan ini pada Jumat (6/2/2026) di Mapolres Subang. Penangkapan tersebut merupakan bukti keseriusan aparat dalam menindak tegas setiap tindak kejahatan yang merugikan masyarakat. Pelaku berhasil diamankan di Kota Bekasi setelah sebelumnya menghilang dari Subang.

MSA dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan. Ancaman pidana penjara paling lama empat tahun menanti pelaku atas perbuatannya. Penegakan hukum ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan melindungi masyarakat dari modus penipuan serupa.

Kronologi Penipuan Dan Modus Operandi

Kasus ini bermula ketika korban menjalin perkenalan dan komunikasi intens dengan MSA. Hubungan mereka berkembang menjadi asmara, menciptakan celah bagi pelaku untuk melancarkan aksinya. Kepercayaan korban terhadap MSA menjadi modal utama bagi pelaku dalam melancarkan penipuan.

Dalam perjalanan hubungan tersebut, MSA mulai meminta sejumlah uang dan barang berharga kepada korban dengan berbagai dalih. Pelaku beralasan uang tersebut akan digunakan untuk membuka usaha, pengadaan peralatan podcast, jual beli mobil, bahkan untuk rencana pernikahan. Dalih-dalih ini dirancang untuk meyakinkan korban.

Untuk semakin memperkuat tipuannya, pelaku mengaku sebagai staf khusus Gubernur Jawa Barat. MSA menunjukkan perilaku dan gelagat seolah-olah memiliki jabatan resmi. Rayuan dan tipuan ini membuat korban luluh, menyerahkan uang tunai, sepeda motor, serta perhiasan emas senilai total sekitar Rp 250 juta.

Baca Juga: Tragis! Wanita Di Bogor Jadi Korban Begal, Melawan Hingga Babak Belur

Kerugian Korban Dan Jejak Kejahatan Lain

 Kerugian Korban Dan Jejak Kejahatan Lain

Korban mengalami kerugian finansial yang signifikan akibat penipuan ini. Penyerahan uang tunai bervariasi, mulai dari Rp 5 juta, Rp 11 juta, Rp 38 juta, hingga Rp 150 juta dalam beberapa kali transaksi. Selain uang, korban juga menyerahkan sepeda motor dan emas senilai Rp 20 juta.

Total kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp 250 juta, sebuah jumlah yang tidak sedikit. Setelah berhasil menguras harta korban, MSA menghilang dan sulit dihubungi, meninggalkan korban dalam kerugian dan kebingungan. Hal ini mendorong korban untuk melaporkan insiden tersebut ke polisi.

Hasil pendalaman penyidik mengungkap bahwa MSA tidak hanya menipu satu korban. Ada korban lain dengan modus serupa di wilayah Kabupaten Cianjur. Dalam kasus lain ini, MSA juga mengaku sebagai staf khusus pejabat pemerintah daerah, menunjukkan pola penipuan yang terencana dan berulang.

Komitmen Polisi Dan Imbauan Kewaspadaan

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan komitmen pihak kepolisian untuk tidak memberikan ruang bagi pelaku kejahatan di wilayah hukum Subang. Pihaknya berjanji akan menindak tegas setiap bentuk penipuan dan penggelapan secara profesional demi menciptakan rasa aman.

Pihak kepolisian berkomitmen memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum kepada masyarakat. Setiap kejahatan yang merugikan warga akan ditindak tegas hingga tuntas, menunjukkan keseriusan aparat dalam memberantas kriminalitas. Hal ini juga menjadi pesan bagi para pelaku kejahatan.

Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap modus-modus penipuan, terutama yang berkedok asmara atau janji manis dari orang yang baru dikenal. Verifikasi identitas dan latar belakang seseorang sebelum memberikan kepercayaan atau menyerahkan harta adalah langkah pencegahan yang sangat penting.

Jangan lewatkan update berita seputaran Modus Kejahatan serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com
Tagged: