Home / Kriminalitas Umum / Kejadian Menggemparkan: Ayah Serang Anak Kandung Di Lombok Dengan Parang

Kejadian Menggemparkan: Ayah Serang Anak Kandung Di Lombok Dengan Parang

Kejadian Menggemparkan: Ayah Serang Anak Kandung Di Lombok Dengan Parang

Ayah di Lombok tega menyerang anak kandungnya menggunakan parang, Polisi menyelidiki motif dan kronologi kejadian yang menggemparkan ini.

Kejadian Menggemparkan: Ayah Serang Anak Kandung Di Lombok Dengan Parang

Kejadian Modus Kejahatan menggemparkan terjadi di Lombok, ketika seorang ayah menyerang anak kandungnya menggunakan parang. Peristiwa ini memicu kepanikan warga sekitar dan langsung ditangani oleh pihak kepolisian untuk menelusuri motif serta duduk perkara yang melatarbelakangi aksi tersebut.

Ayah Di Lombok Tebas Anak Kandung Pakai Parang

Kejadian menggemparkan terjadi di Dusun Carik Kauh, Desa Dasan Tapen, Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Seorang pria berinisial BI menebas anak kandungnya, KP, dengan parang hingga bersimbah darah pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 07.00 Wita.

Insiden ini membuat warga sekitar panik dan segera melapor ke pihak berwajib. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat luka di punggung dan tangan yang cukup serius.

BI kini telah diamankan di Mapolres Lombok Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian tengah menyelidiki duduk perkara dan motif di balik aksi penganiayaan yang dilakukan ayah terhadap anaknya sendiri.

Kronologi Pertengkaran

Kepala Desa Dasan Tapen, Nasrullah Hasbi, menjelaskan awal mula peristiwa tragis tersebut. Menurutnya, BI dan KP sempat terlibat adu mulut di halaman rumah sebelum insiden terjadi.

Pertengkaran tersebut sempat dilerai oleh anggota keluarga. Namun, emosi BI tidak mereda dan ia masuk ke dalam rumah untuk mengambil parang. Awalnya, parang itu digunakan untuk menebas tanaman di halaman, bukan untuk menyerang anaknya.

Nasrullah menuturkan bahwa perdebatan yang memanas berujung pada BI menebas KP di bagian punggung. Korban bahkan sempat meminta maaf dan memeluk ayahnya, namun BI tetap melakukan penganiayaan.

Baca Juga: Waspada! Modus Tilang Palsu Mengintai di WhatsApp, Jangan Sampai Jadi Korban di Operasi Candi 2026!

Kondisi Korban

Kondisi Korban 700

KP mengalami luka serius di punggung dan tangan akibat tebasan parang. Bagian tangan korban dilaporkan cukup parah, sehingga membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit terdekat.

Menurut informasi dari pihak keluarga, KP tidak melakukan perlawanan selama serangan. Ia tetap tenang dan mencoba meredakan ketegangan dengan meminta maaf kepada ayahnya.

Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi korban maupun keluarga. Selain perawatan medis, KP juga membutuhkan dukungan psikologis untuk memulihkan kondisi mental setelah kejadian yang mengerikan ini.

Tindakan Polisi

Setelah menerima laporan, polisi segera mengamankan BI di Mapolres Lombok Barat. Petugas kini melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kronologi, motif, dan kemungkinan dugaan tindak pidana lain yang menyertai kejadian.

Hingga kini, pihak Polres Lombok Barat belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan kasus ini. Penanganan awal tetap difokuskan pada pengamanan tersangka dan keselamatan korban.

Selain itu, aparat juga melakukan koordinasi dengan pihak keluarga untuk mengurangi ketegangan di lokasi kejadian. Langkah ini diharapkan dapat mencegah potensi konflik susulan.

Dampak Dan Respons Keluarga

Kejadian ini menjadi peringatan serius mengenai risiko kekerasan dalam rumah tangga, meski antara orang tua dan anak kandung. Warga sekitar yang mengetahui peristiwa ini merasa terguncang dan prihatin atas aksi kekerasan yang menimpa KP.

Pihak keluarga kini fokus pada pemulihan korban, baik dari sisi medis maupun psikologis. Sementara itu, BI menghadapi proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Insiden ini menegaskan pentingnya kewaspadaan terhadap tanda-tanda konflik domestik yang dapat berujung kekerasan fisik. Dukungan masyarakat dan aparat diharapkan membantu proses pemulihan korban dan memastikan keadilan bagi keluarga yang terdampak.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari detik.com
Tagged: