Home / Tips & Kesadaran Publik / Subang Berduka, 9 Orang Meregang Nyawa Akibat Miras Oplosan

Subang Berduka, 9 Orang Meregang Nyawa Akibat Miras Oplosan

Subang Berduka, 9 Orang Meregang Nyawa Akibat Miras Oplosan

Tragedi miras oplosan di Subang menewaskan 9 orang, Warga dan keluarga berduka, polisi lakukan penyelidikan intensif.

Subang Berduka, 9 Orang Meregang Nyawa Akibat Miras Oplosan

Subang berduka setelah sembilan nyawa melayang akibat miras oplosan. Peristiwa tragis ini mengejutkan warga, memicu kepedulian dan penyelidikan aparat. Berikut kronologi dan fakta terbaru yang perlu diketahui hanya di Modus Kejahatan.

Tragedi Miras Oplosan Di Subang

Sembilan orang meninggal dunia akibat mengonsumsi miras oplosan di Subang, Jawa Barat, sementara tiga lainnya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Subang. Peristiwa tragis ini terjadi antara Minggu (8/2) hingga Selasa (10/2) di sejumlah lokasi di Kota Subang.

Korban mengonsumsi minuman keras jenis Vodka Bigboss yang dicampur dengan minuman energi serbuk Kuku Bima. Gejala yang muncul berupa pusing, mual, muntah, sesak napas, dan gangguan kesadaran, hingga mengakibatkan beberapa korban meninggal.

Polisi segera merespons laporan setelah korban berdatangan ke rumah sakit, melakukan pemeriksaan, serta memulai penyelidikan. Kapolres Subang menegaskan bahwa kejadian ini menjadi perhatian serius aparat penegak hukum.

Kronologi Kasus Keracunan

Peristiwa keracunan mulai terdeteksi saat beberapa korban mulai dirawat di RSUD Ciereng dan RS PTPN Subang pada Senin (9/2). Gejala awal berupa pusing, lemas, hingga penurunan kesadaran membuat tim medis langsung menangani kondisi kritis.

Pihak rumah sakit kemudian melaporkan kasus ini ke polisi. Satreskrim Polres Subang dan Satresnarkoba segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan memeriksa saksi serta menelusuri sumber miras oplosan.

Berdasarkan keterangan saksi, minuman tersebut dibeli di beberapa kios dan warung di sekitar Pablo, Jalan Ade Irma Suryani, Lapang Bintang, Jalan Sutaatmaja, dan Jalan Emo Kurniaatmadja. Para korban mengonsumsi miras secara bersamaan di lokasi-lokasi tersebut.

Baca Juga: Bejat! Pria di Asahan Cabuli 4 Siswi SD, Tersangka Langsung Ditahan Polisi

Penangkapan Pelaku Peredaran

 Penangkapan Pelaku Peredaran 700

Hasil penyelidikan polisi membuahkan empat orang yang terlibat dalam peredaran miras oplosan. Dua di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka, yaitu HS (49) selaku pemasok Vodka Bigboss dan JM (50) pemilik toko yang menjual miras tersebut.

Dua orang lainnya, PNM (29) dan EH (18), saat ini masih berstatus saksi menunggu hasil gelar perkara. Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 KUHP dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara.

Kapolres Subang menekankan tindakan tegas akan terus dilakukan terhadap peredaran miras ilegal di wilayahnya. Warga juga diimbau untuk melaporkan jika mengetahui adanya penjualan miras oplosan agar kasus serupa tidak terulang.

Jenis Dan Bahaya Miras Oplosan

Minuman yang menjadi pemicu keracunan ini adalah Vodka Bigboss yang dicampur dengan minuman energi serbuk Kuku Bima. Kombinasi kedua zat ini menyebabkan efek berbahaya bagi tubuh, termasuk gagal fungsi organ vital.

Polisi masih melakukan uji laboratorium untuk memastikan kandungan zat berbahaya dalam miras oplosan. Analisis ini penting untuk menetapkan penyebab pasti kematian dan mendukung proses hukum terhadap pelaku.

Selain itu, kasus ini mengingatkan masyarakat agar berhati-hati mengonsumsi minuman keras. Produk oplosan atau ilegal kerap menimbulkan risiko kesehatan serius dan bahkan kematian mendadak, seperti yang terjadi di Subang.

Imbauan Dan Penanganan Lanjutan

Kapolres Subang AKBP Dony Eko Wicaksono menegaskan agar warga tidak mengonsumsi miras ilegal. Aparat akan terus melakukan razia dan penindakan untuk mencegah peredaran miras oplosan di wilayah Subang.

Masyarakat diimbau melaporkan apabila menemukan miras oplosan atau ilegal agar aparat dapat segera bertindak. Kesadaran masyarakat menjadi kunci mencegah tragedi serupa di masa depan.

Pihak rumah sakit terus memantau tiga korban yang masih dirawat. Tim medis memastikan kondisi pasien stabil, sementara aparat menindaklanjuti penyelidikan agar kasus ini tuntas secara hukum.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
  • Gambar Kedua dari youtube.com
Tagged: